Senin, 17 Oktober 2011

Analisis Makna Ambiguitas pada kalimat
“ Putih itu Shinzui” dalam iklan produk kecantikan Shinzui
1.1 Latar Belakang
Bahasa merupakan alat komunikas yang penting dalam masyarakat, melalui bahasa pula masyraakat dapat berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan kondisi serta kaidah bahasa yang benar.
Penguasaan faktor kebahasaan merupakan suatu upaya untuk tercapainya tujuan dalam penyusunan kalimat pada sebuah iklan perlu diperhatikan agar iklan tersebut dapat dipahami atau dimengerti oleh para pemirsa atau orang yang menonton iklan tersebut.
Salah satu jenis kesalahan dalam berbahasa anatara lain yaitu adanya makna yang disebut dengan makna ambiguitas atau makna ketaksaan, penulis menemukan salah satu iklan yang menggunakan makna ambiguitas dalam kalimat-kalimat promosinya yaitu dalam iklan produk kecantikan Shinzui dengan menggunakan kalimat ambiguitas yaitu “Putih itu Shinzui”, hal ini akan memberikan berbagai pendapat dari kalangan masyraka umum mengenai penggunaan kalimat ambigutas tersebut.

1.2 Perumusan Masalah
1.2.1 Apa tujuan yang sebenarnya ingin disampaikan iklan produk Shinzui kepada masyaakat umum dalam tuturannya yaitu “Putih itu Shinzui”?
1.2.2 Alasan Apa yang mendasari iklan produk Shinzui menggunakan kalimat “Putih itu Shinzui”?
1.2.3 Sejauh mana masyrakat mengerti dengan makna yang terkandung dalam tuturan iklan produk Shinzui yaitu “Putih itu Shinzui”?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah
1.3.1 Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah semantik 2.
1.3.2 Untuk mendekripsikan atau menjelasakan mengenai kesalahan berbhasa dalam pemakalian kalimat yang mengandumg makna ambiguitas atau ketaksanaan.
1.3.3 Untuk mengetahui sejauh mana masyrakat memahami kalimat yang terkandung dalam iklam produk Shinzui ini yaitu “Putih itu Shinzui”.

1.4 Manfaat
1.4.1 Sebagai wawasan bagi penulis mengenai makna ambiguitas atau ketaksaan.
1.4.2 Sebagai sarana pembelajaran Masyarakat untuk lebih bisa memahami arti dari sebuah makna dalam kalimat agar tidak terjadi suatu kesalahpahaman dalam melakukan suatau komunikasi.

1.5 Anggaran Dasar
Anggapan dasar dalam penelitian ini merupakan titik tolak dari pengertian yang sebenarnya, rasional dan logis. Penelitian ini berlandaskan anggapan dasar sebagai berikut.
1.5.1 Setiap penulis iklan mempunyai maksud dan tujuannya sendiri terhadap iklan yang dibuatnya.
1.5.2 Setiap iklan mempunyai nilai makna dan tujuan tersendiri dalam penyampaian iklan tersebut kepada masyrakat atau para calon konsumennya agar mereka tertarik terhadap produk yang di iklankannya.
1.5.3 Iklan bersifat memberikan suatu informasi.

1.6 Metode Peneitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskripsi. Dengan langkah-langkahnya sebagai berikut.
1.6.1 Memahami terlebih dahulu keseluruhan isi dari iklan Shinzui tersebut.
1.6.2 Mencatat Kata-kata atau kalimat yang digunakan dalm iklan shinzui tersebut.
1.6.3 Menganalis kalimat dalam tindak tutur produk iklam Shinzui yang memiliki makna ambiguitas.

1.7 Landasan teoritis
1.7.1 Menurut Alwi ( 1994:703 ) makna adalah pengertian yang diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan.
1.7.2 Iklan adalah setiap bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk memotivasi seseorang pembeli potensial dan mempromosikan penjual suatu produk atau jasa, untuk mempengaruhi pendapat publik, memenangkan dukungan publik untuk berpikir atau bertindak sesuai dengan keinginan si pemasang iklan.
Sedangkan menurut Paul Copley, advertising is by and large seen as an art – the art of persuasion – and can be defined as any paid for communication designed to inform and/ or persuade. Dimana iklan adalah sebuah seni dari persuasi dan dapat didefinisikan sebagai desain komunikasi yang dibiayai untuk meninformasikan dan atau membujuk.
1.7.3 Ambiguitas (nomina) dari ambigu (adjektiva) ; 1 sifat atau hal yang berarti dua: kemungkinan yang mempunyai dua pengertian; taksa; 2 ketidaktentuan; ketidakjelasan; 3 kemungkinan adanya makna yang lebih dari satu atas suatu karya sastra; 4 kemungkinan adanya makna lebih dari satu di sebuah kata, gabungan kata, atau kalimat (Kamus Besar Bahasa Indonesia 1990: hlm.27).
Ambiguitas berasal dari bahasa Inggris yaitu ambiguity yang berarti suatu konstruksi yang dapat ditafsirkan lebih dari satu arti. Ambiguitas sering juga disebut ketaksaan (Alwi, 2002:36). Ketaksaan dapat diartikan atau ditafsirkan memiliki lebih dari satu makna akan sebuah konstruksi sintaksis. Tidak dapat dipungkiri keambiguan yang mengakibatkan terjadinya lebih dari satu makna ini dapat terjadi saat pembicaraan lisan ataupun dalam keadaan tertulis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar