Jumat, 16 Desember 2011

Engkau yang merasa ada yang hilang dari dalam dirimu, dan sudah seperti tak mengenal dirimu sendiri,

Bersedihlah sebentar, tapi segera sadarilah ini …

Saat terbaik untuk menetapkan siapa dirimu yang baru, adalah justru saat kau merasa sudah kehilangan dirimu sendiri.
...
Jadilah pribadi yang baru.

Tetapkanlah bagimu rincian sifat dan sikap baru yang segar, yang meyakini hakmu untuk berhasil dan berbahagia.

Lalu mulailah bertindak dengan ikhlas dari situ.

Engkau harus berangkat dari suatu tempat.

Dan tempat pemberangkatan yang terbaik, adalah dirimu yang baik.

Mario Teguh – Loving you all as always

Senin, 12 Desember 2011

KEMAMPUAN BERBAHASA LISAN DAN TULISAN DALAM BAHASA INDONESIA

1. Pendahuluan

Berkomunikasi merupakan kegiatan yang dilakukan setiap harinya oleh manusia, karena hal tersebut merupakan sebuah kebutuhan, merupakan proses interaksi sesama manusia dalam kehidupan sosial.

Bentuk komunikasi yang dipakai dalam interaksi sosial baik dalam lingkup pergaulan maupun lembaga pendidikan adalah komunikasi lisan dan tulisan. Terutama dalam ruang lingkup pendidikan, kompetensi berbicara dan menulis tersebut merupakan dua keterampilan berbahasa yang perlu dipelajari dengan sungguh-sungguh.

Dalam praktiknya, kesalahan dalam penggunaan bahasa baik lisan maupun tulisan tidak dapat dihindari. Hal ini sejalan dengan pernyataan bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Maka segala sesuatu memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Begitu pula dengan berbahasa seseorang, masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda satu sama lain. Berikut akan dipaparkan kemampuan berbahasa Indonesia ditinjau dari segi kekurangan dan kelebihan.

a. Dari Pribadi

1. Kelebihan

Keunggulan dalam pemakaian bahasa Indonesia secara lisan yaitu mampu berbicara di depan umum dengan suara yang cukup lantang. Sedangkan dalam bahasa tulisan, dapat menuangkan gagasan dengan bahasa yang mudah dimengerti baik diri pribadi maupun orang lain. Mengontrol kaidah kebahasaan dalam tulisan lebih leluasa dilakukan karena komunikasi tulisan yang dirasakan adalah kata demi kata, kalimat demi kalimat, dan paragraf demi paragraf dapat dibaca ulang dan dikoreksi kesalahannya sehingga kesalahan pada bahasa tulis dapat diminimalisasi.

2. Kelemahan

Dibalik keunggulan terdapat kelemahan dalam pemakaian bahasa Indonesia secara lisan yaitu dalam penggunaan bahasa lisan seringkali terjadi campur kode antara bahasa Indonesia dengan bahasa daerah (sunda). Hal tersebut mengakibatkan bahasa lisan dalam percakapan terlihat kaku. Dalam menyampaikan sesuatu cenderung cepat-cepat serta tidak fokus mengungkapkan topik tertentu sehingga muncullah kata atau kalimat yang diulang-ulang terutama kata “ jadi dan tapi “ seringkali muncul saat pada komunikasi lisan. Tdak hanya itu, dalam berbahasa lisan, khususnya pada saat berbicara pada diskusi, presentasi, dan mengajar sulit dihilangkan adalah kata “eu, apa ya?” yaitu berfikir dan mengingat-ngingat kata yang harus diucapkan selanjutnya.

Sedangkan dalam bahasa tulisan, kelemahan dalam kegiatan tulis menulis adalah terjadinya hambatan atau hilangnya gagasan yang akan dituangkan. Penyebabnya mungkin karena kurangnya kegiatan membaca atau kurang melatih menulis sehingga proses kraetif menungangkan ide-ide terhambat tertama dalam pemilihan diksi dan penggunaan istilah yang sesuai dan berhubungan dengan topik tulisan, setiap kalimat seringkali kurang efektif dan terlalu panjang. Dan terkadang susah dalam pemilihan susunan kata, sehingga terjadi kerancuan.

b. Peserta Didik

Interaksi dengan siswa SMA Pasundan 1 Cianjur baik selama proses KBM maupun diluar KBM menghasilkan satu temuan bahwa dalam berbahasa Indonesia siswa masih terdapat kelemahan yang sangat jelas terlihat dari segi percakapan. Tidak dapat menyalahkan siswa sepenuhnya karena pengaruh lingkungan, budaya, dan perkembangan zaman terutama dalam bidang IPTEK sangat besar. Dalam prosesnya bahasa lisan siswa SMA Pasundan 1 Cianjur menggunakan bahasa Indonesia, ada juga bahasa sunda, dan bahasa zaman sekarang yaitu bahasa gaul, karena sifatnya yang labil dan selalu mengikuti perkambangan bahasa yang salah, seperti penggunaan akhiran –in (ambilin, bawain, potongin, dll.).

Berbahsa gaul halnya anak ABG tersebut tentu sangat jauh dari kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu, pengaruh bahasa Ibu juga tidak kalah mewarnai komunikasi lisan maupun tulisan pada siswa, rata-rata setiap siswa dalam kesehariannya menggunakan bahasa Indonesia karena dengan berbahsa Indonesia menimbulkan anak kota yang gaul. Akan tetapi dalam praktiknya baik secara lisan maupun tulisan produk berbahasa siswa selalu diwarnai dengan adanya campur kode dengan bahasa Ibu (khusus pada siswa-siswi SMA Pasundan 1 Cianjur rata-rata menggunakan bahasa Ibu adalah bahasa sunda).

Bahasa tulis siswa-siswi SMA Pasundan 1 Cianjur khususnya kelas XI IPS 1 rata-rata dalam sebuah karangan menunjukkan belum efektif kalimat demi kalimat yang dituangkan. Antar kalimat masih terlihat rancu dan anatara kalimat banyak yang tidak sesuai. Pilihan kata yang digunakan oleh siswa masih sangat sederhana, dan seperti pada komunikasi lisan, dalam tulisan pun juga mereka menulis dengan gaya bahasa mereka sendiri yang gaul dan nyentrik.

c. Tokoh Idola

Seseorang yang saya kagumi adalah seorang Andy F. Noya. Karena, seorang Andy adalah orang yang pintar bercakap, bisa dengan mudah merespon pembicaraan orang yang diajak bicara, dan ketika berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia tidak terlihat dari daerah mana ia berasal ( tak terlihat aksen daerah). Walaupun terkadang merasa kesal disaat dia menggunakan bahasa Jawa, karena tak semua orang mngerti yang dibicarakannya.

Kamis, 08 Desember 2011

Mario Teguh

Engkau yang muda dan besar impiannya,
tapi yang sedang digalaukan
oleh ketidak-pastian masa depannya,
dengarlah ini …

... Jagalah impianmu tetap besar,
jadikanlah hatimu lebih kuat daripada keraguanmu,
pastikanlah kesungguhan kerjamu juga sebesar impianmu,
dan ikhlaslah bekerja keras dan jujur
dalam pekerjaan yang sederhana,
tapi yang menuntunmu menuju impianmu.

Syukurilah kesederhanaan dalam diri dan pekerjaanmu,
karena rasa syukurmu adalah penghubung
antara kerja kerasmu dengan kemurahan Tuhan Yang Maha Kaya.

Jujurlah, rajinlah, dan bersabarlah.

Engkau akan sampai.

Mario Teguh - Loving you all as always
Someone Like You (Lirik)

i heard, that your settled down.
that you, found a girl and your married now.
i heard that your dreams came true.
guess she gave you things, i didn't give to you.

old friend, why are you so shy?
ain't like you to hold it back or hide from the light.

i hate to turn up out of the blue uninvited.
but i couldn't stay away, i couldn't fight it.
i'd hoped you'd see my face & that you'd be reminded,
that for me, it isn't over.

nevermind, i'll find someone like you.
i wish nothing but the best, for you too.
don't forget me, i beg, i remember you said:-
"sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead"
sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead, yeah.

you'd know, how the time flies.
only yesterday, was the time of our lives.
we were born and raised in a summer haze.
bound by the surprise of our glory days.

i hate to turn up out of the blue uninvited,
but i couldn't stay away, i couldn't fight it.
i'd hoped you'd see my face & that you'd be reminded,
that for me, it isn't over.

nevermind, i'll find someone like you.
i wish nothing but the best for you too.
don't forget me, i beg, i remember you say:-
"sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead", yay.

nothing compares, no worries or cares.
regret's and mistakes they're memories made.
who would have known how bittersweet this would taste?

nevermind, i'll find someone like you.
i wish nothing but the best for you.
don't forget me, i beg, i remember you said:-
"sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead"

nevermind, i'll find someone like you.
i wish nothing but the best for you too.
don't forget me, i beg, i remembered you say:-
"sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead"
sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead, yay yeh yeah.
sumber: stafabanb.info

Senin, 05 Desember 2011

Apakah Hewan Lebih Punya Cinta Daripada Manusia

Pelukan hangat sang induk membuat anak kucing yang belum lama lahir dengan proses normal ini terlihat nyaman, dan tenang. Sebuah pelukan dengan cinta dan kasih sayang seorang ibu terhadap anak yang dikandung dan dilahirkannya.Memeluk dengan mesra seakan tak ingin dilepasnya. Itu lah naluri seorang ibu yang ingin melindungi anak-anaknya yang masih kecil, ingin merawat dan membesarkannya dengan kasih sayang, walaupun ia harus bekerja keras dan bahkan menghadapi makhluk yang jauh lebih kuat dan punya kecerdasan (manusia), ia tetap maju demi anak-anaknya.




Bandingkan dengan nasib bayi ini. Bayi ini ditemukan dalam sebuah tas yang berada didepan asrama putri dikawasan perumahan Pasadena Semarang. Bayi pertama kali diketahui berada dalam tas oleh penghuni asrama. Awalnya para penghuni yang merupakan calon karyawati sebuah bank BPR ini mencium aroma tak sedap disekitar asrama mereka. Setelah ditelusuri, mereka menemukan bungkusan plastik berisi jasad bayi didalam tas. Mereka lalu melapor kepada ketua RT setempat yang kemudian diteruskan ke polisi.

Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan identifikasi terhadap mayat bayi yang sudah mulai membusuk. Sebelumnya, mereka memindahkan tas ini dari tempatnya tepat didepan asrama putri guna memudahkan proses identifikasi.

Mayat bayi berjenis kelamin perempuan ini langsung dikirim ke kamar jenazah Rumah Sakit dr Kariyadi Semarang. Sementara petugas Polsekta Semarang Barat masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah warga untuk mengusut siapa pelaku pembuangan mayat bayi tak berdosa itu.

Kasih anak sepanjang jalan, kasih ibu sepanjang hayat . Apapun yang sudah kita buat belum apa-apa dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang telah diberikan pada kita.Ya Alloh , curahkan kasih sayang-Mu pada kedua orang tuaku, teramat khusus untuk ibu. Allahummaghfirlanaa wali-waalidainaa warhamhumaa kamaa rabbayanii shaghiiraa. Amiin

KKN 23 Juni- 23 Juli 2011



Tata Cara Perkawinan Adat Sunda

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Kasang Tukang
Susunan (Tata Cara) Upacara Nikah Adat Sunda. Pernikahan memang hiji upacara sakral anu diharepkeun sakali saumur hirup. Wangun pernikahan loba pisan bentukna ti anu pang simple, sarta anu ribet alatan ngagunakeun upacara adat. Kawas pernikahan adat Sunda ieu, kakayaan budaya tatar Sunda bisa ditempo ogé liwat upacara pernikahan adatnya anu diwarnaan kalayan humor tapi henteu ngaleungitkeun nuansa sakral sarta khidmat.

1.2 Pemabatasan masalah
Adapun pembatasan masalah yaitu:
1.2.1 Kasang Tukang
1.2.2 Susunan Acara Pernikahanna
1.2.3 Tata Cara yang Masih Dilakukan
1.2.4 Tata Cara yang Sudah Tidak Dilakukan

1.3 Tujuan
Selain untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Budaya Sunda, juga untuk mengetahui tata cara pernikahan adat sunda mulai dari awal hingga akhir. Dan juga untu k mengetahui tata cara apa saja yang masih dilakukan dan yang sudah tidak dilakukan.







BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kasang Tukang
Susunan (Tata Cara) Upacara Nikah Adat Sunda. Pernikahan memang hiji upacara sakral anu diharepkeun sakali saumur hirup. Wangun pernikahan loba pisan bentukna ti anu pang simple, sarta anu ribet alatan ngagunakeun upacara adat. Kawas pernikahan adat Sunda ieu, kakayaan budaya tatar Sunda bisa ditempo ogé liwat upacara pernikahan adatnya anu diwarnaan kalayan humor tapi henteu ngaleungitkeun nuansa sakral sarta khidmat.
Aya sawatara acara anu kudu dipigawé pikeun melangsungkan pernikahan, mimitian ti lamaran sarta séjénna.
1. Aya Neundeun Omong (Nunda Kedalan): Nyaéta, Pembicaraan kolot atawa pihak Lalaki anu berminat mempersunting saurang gadis. Dina palaksanaanana neundeun omong biasana, kawas di handap ieu:
a. Pihak kolot calon pengantin natamu ka calon besan (calon pengantin awéwé). Berbincang dina kaayaan antaré pinuh canda tawa, bari sakali-kali diselingi patarosan anu boga sipat nalungtik status anak awéwéna naha geus aya anu melamar atawa atawa masih (tacan boga kabogoh)
b. Pihak kolot (calon besan) ogé kitu dina némbalanana pinuh kalayan benyolan pinuh kalayan siloka
c. Walapun geus sapuk diantara kadua kolot éta, dina jaman baheula sakapeung barudak maranéhanana henteu weruh.
d. Di sawatara wewengkon di wewengkon pasundan sakapeung aya anu ngagunakeun cara kalayan silih mengirimi barang nu tangtu. Kawas kolot anak lalaki ngirim roko cerutu sarta kolot anak awéwé mengerti jeung maksud éta, mangka lamun maranéhanana sapuk baris geura-giru ngabalesna kalayan ngirimkeun binih labu siam (binih waluh siam). Ku kituna mangka anak awéwéna éta geus diteundeunan omong (ditunda kedalanana).
2. Narosan (Lamaran): Dilaksanakeun ku kolot calon pengantin reujeung kulawarga deukeut, anu mangrupa mimiti kasapukan pikeun menjalin hubungan leuwih laér. Dina palaksanaanana kolot anak lalaki biasana bari mawa barang-barang, kawas nyaéta:
Lemareun, (kawas daun seureuh, gambir, apu )
Pakéan awéwé
Lélépén meneng
a. Beubeur tameuh (ikat cangkéng sang resep dipaké kaum awéwé utamana sanggeus ngababarkeun
b. Duit anu jumlahna 1/10 ti jumlah anu baris dibawa dina wayah seserahan
Barang-barang anu dibawa dina palaksanaan upacara ngalamar éta henteu ucul ti simbol sarta harti kawas:
c. Seureuh, bentukna sagi tilu meruncing ka handap lamun didahar rasana lada. Gambir rasana pait sarta kesat. Apu rasana pait. Tapi lamun geus menyatu rasana jadi ngeunah sarta bisa nyageurkeun awak sarta nyegah ambeu sungut.
d. Lélépén meneng nyaéta lélépén tanpa sambungan ngandung harti yén rasa kaasih sarta nyaah euweuh pegatna
e. Pakéan awéwé, ngandung harti minangka tanda mimitianana tanggung jawab ti pihak lalaki ka awéwé
f. Beubeur tameuh, ngandung harti minangka tanda ayana ikatan lahir sarta batin antara kadua belah pihak

3. Tunangan: Dina tunangan dipigawé patukeur beubeur tameuh, nyaéta seserahan ikat cangkéng kelir katumbiri atawa polos dina si gadis.
4. Seserahan: Dipigawé 3-7 poé saméméh pernikahan, nyaéta calon pengantin lalaki mawa duit, pakéan, parabot laki-rabi, parabot pawon, kadaharan sarta séjénna.
5. Ngaras: Permohonan idin calon mempelai wanoja saterusna sungkem sarta kukumbah suku kadua kolot palaksanaan upacara ieu dilaksanakeun sanggeus upacara ngecagkeun aisan.
Tetempoan hirup urang Sunda sok dumasar kana ku tilu sipat utama nyaéta silih asih, silih asuh, sarta silih asah atawa sacara literal diartikansebagai silih menyayangi, silih ngajaga, sarta ngawurukan. Katilu sipat éta sok kasampak dina sagala rupa upacara adat atawa ritual utamana acara ngeuyeuk seureuh. Diharepkeun kadua calon pengantin bisa mengamalkan hiji paribasa kawas gula jeung peuet (lir gula kalayan nira anu geus asak) hartina hirup anu rukun, silih menyayangi sarta sabisa meureun nyingkahan perselisihan.

2.2 Susunan Acara Pernikahanna
1. Bubuka:
a. Penyambutan calon pengantin Lalaki, dina acara ieu biasana dilaksanan upacara mapag.
b. Mengalungkan untaian kembang melati
c. Gunting pita
2. Seserahan calon Pengantin Lalaki:
a. Anu ngawakilan pemasrahan calon pengantin lalaki biasana nyaéta jelema anu dituakan sarta ahli pidato.
b. Anu narima ti wawakil wanoja ogé diwakilkan
3. Akad Nikah:
a. Biasana dibikeun dina KUA
b. Dina poé pernikahan, calon pengantin lalaki reujeung para pengiring nuju panyicingan calon pengantin wanoja, dipapag acara Mapag Penganten anu dipingpin ku penari anu disebut Mang Lengser. Calon mempelai lalaki dipapag ku ibu calon mempelai wanoja kalayan mengalungkan runtuyan kembang. Saterusna upacara nikah luyu ageman sarta dituluykeun kalayan sungkeman sarta sawer.
Sanggeus akad nikah, masih dipigawé sawatara upacara, nyaéta:
Saweran. Mangrupa upacara méré nasihat ka kadua mempelai anu dilaksanakeun sanggeus acara akad nikah. Melambangkan Mempelai reujeung kulawarga babagi rejeki sarta kabagjaan. Kecap sawer asalna ti kecap panyaweran , anu dina basa Sunda hartosna tempat muragna cai ti hateup imah atawa tungtung genting bagian handap. Meureun kecap sawer ieu dicokot ti tempat lumangsungna upacara adat kasebut nyaéta panyaweran.Lumangsung di panyaweran (di tepas atawa halaman). Kadua kolot menyawer mempelai kalayan dipirig kidung. Pikeun menyawer, ngagunakeun bokor anu dieusi duit logam, béas, irisan konéng ipis, permen. Kadua Mempelai diuk berdampingan kalayan dinaungi payung, seiring kidung réngsé di lantunkan, eusi bokor di tabur, hadirin anu nyaksian berebut memunguti duit receh sarta permen. Bahan-bahan anu diperlukeun sarta dipaké dina upacara sawer ieu teu pisan-pisan ucul ti simbol sarta maksud anu rék ditepikeun ka pengantin anyar ieu, kawas:
1) béas anu ngandung symbol kamakmuran. Maksudna gampang-gampang sanggeus berumah tangga pengantin bisa hirup makmur
2) duit recehan ngandung symbol kamakmuran maksudna lamun urang meunangkeun kamakmuran urang kudu ikhlas babagi jeung Fakir sarta yatim
3) kembang gula, hartina gampang-gampang dina ngalaksanakeun laki-rabi meunangkeun amisna hirup berumah tangga.
4) konéng, minangka symbol kejayaan susuganan dina hirup berumah tangga bisa ngahontal kejayaan.
4. Nincak Endog (Menginjak Endog)
Mempelai lalaki menginjak endog di alus papan sarta elekan (Batang awi ngora), saterusna mempelai wanoja kukumbah suku mempelai lalaki jeung cai di kendi, me ngelapnya nepi ka garing tuluy kendi dipeupeuskeun duaan. Melambangkan pengabdian pamajikan ka salaki anu dimimitian ti poé éta.

5. Ngaleupas Japati ( Melepas Japati )
Ibunda kadua mempelai leumpang kaluar bari séwang séwang mawa manuk japati anu saterusna dilepaskan hiber di halaman. Melambang pan yén peran kolot geus lekasan poé éta alatan kadua anak maranéhanana geus teuneung sarta ngabogaan kulawarga sorangan.

6. Huap Lingkung (Suapan)
a. Pasangan mempelai dihuapan ku kadua kolot. Dimimitian ku para Ibunda anu dituluykeun ku kadua Ayahanda.
b. Kadua mempelai silih ngahuapan, Sadia 7 bulatan sangu punar ( Sangu ketan konéng ) diluhur piring. Silih menyuap ngaliwatan bahu séwang séwang saterusna hiji bulatan di perebutkan duanana pikeun saterusna dibelah dua sarta disuapkan ka pasangan.
Melambangkan suapan pamungkas ti kolot alatan sanggeus berkeluarga, kadua anak maranéhanana kudu néangan sorangan asal kaperluan hirup maranéhanana sarta ogé nandakeun yén kaasih nyaah kadua kolot ka anak sarta minantu éta sarua badagna.
7. Pabetot Bakakak (Metot Kotok Beuleum)
8. Ngabeuleum harupat (lidi) sarta meupeus kendi: Harupat kudu dibeuleum nepi ka murub sarta ditiup babarengan. Ngaliwatan ritual ngabeuleum harupat, diharepkeun kadua mempelai daék silih ngéléhan. Samentara ritual memecahkan kendi bermakna yén duanana kudu digawé babarengan pikeun ngahontal tujuan.
9. Buka panto: Buka panto ngabogaan harti penting hususna dina kahirupan bertetangga. Saméméh bergaul jeung tatangga, urang tangtu kudu muka panto leuwih tiheula ambéh ditarima minangka bagian ti lingkungan urang.


2. 3 Tata Cara yang Masih Dilakukan
1. Narosan (Lamaran): Dilaksanakeun ku kolot calon pengantin reujeung kulawarga deukeut, anu mangrupa mimiti kasapukan pikeun menjalin hubungan leuwih laér.
2. Tunangan: Dina tunangan dipigawé patukeur beubeur tameuh, nyaéta seserahan ikat cangkéng kelir katumbiri atawa polos dina si gadis.
3. Seserahan: Dipigawé 3-7 poé saméméh pernikahan, nyaéta calon pengantin lalaki mawa duit, pakéan, parabot laki-rabi, parabot pawon, kadaharan sarta séjénna.
4. Huap Lingkung (Suapan)
a. Pasangan mempelai dihuapan ku kadua kolot. Dimimitian ku para Ibunda anu dituluykeun ku kadua Ayahanda.
b. Kadua mempelai silih ngahuapan, Sadia 7 bulatan sangu punar ( Sangu ketan konéng ) diluhur piring. Silih menyuap ngaliwatan bahu séwang séwang saterusna hiji bulatan di perebutkan duanana pikeun saterusna dibelah dua sarta disuapkan ka pasangan.
Melambangkan suapan pamungkas ti kolot alatan sanggeus berkeluarga, kadua anak maranéhanana kudu néangan sorangan asal kaperluan hirup maranéhanana sarta ogé nandakeun yén kaasih nyaah kadua kolot ka anak sarta minantu éta sarua badagna.
5. Pabetot Bakakak (Metot Kotok Beuleum)
6. Buka panto: Buka panto ngabogaan harti penting hususna dina kahirupan bertetangga. Saméméh bergaul jeung tatangga, urang tangtu kudu muka panto leuwih tiheula ambéh ditarima minangka bagian ti lingkungan urang.

2. 4 Tata Cara yang Sudah Tidak Dilakukan
1. Ngabeuleum harupat (lidi) sarta meupeus kendi: Harupat kudu dibeuleum nepi ka murub sarta ditiup babarengan. Ngaliwatan ritual ngabeuleum harupat, diharepkeun kadua mempelai daék silih ngéléhan. Samentara ritual memecahkan kendi bermakna yén duanana kudu digawé babarengan pikeun ngahontal tujuan.
2. Ngaleupas Japati ( Melepas Japati ); Ibunda kadua mempelai leumpang kaluar bari séwang séwang mawa manuk japati anu saterusna dilepaskan hiber di halaman. Melambang pan yén peran kolot geus lekasan poé éta alatan kadua anak maranéhanana geus teuneung sarta ngabogaan kulawarga sorangan.