Senin, 21 November 2011

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/ Semester : XI IPS/ 1
Alokasi Waktu : 4x45 menit

Standar Kompetensi :
5. memahami pementasan
Kompetensi dasar:
5.1 mengidentifikasi peristiwa, perilaku, dan perwatakannya, dialog, dan konflik pada pementasan drama.
Indikator
• Menentukan tokoh, peran, dan wataknya.
• Menentukan konflik dengan menunjukkan data yang mendukung.
• Menentukan tema dengan alasan.
• Menentukan pesan/ amanat dengan data yang mendukung.
• Merangkum isi drama berdasarkan dialog yang didengar.
• Mengaitkan isi drama dengan kehidupan sehari-hari.

1. Tujuan pembelajaran
Siswa mampu menentukan unsur-unsur struktur drama dengan alasan dan data yang mendukung.
2. Materi Ajar
Kompetensi kesusastraan:
• Pengertian drama
• Jenis-jenis drama berdasarkan isinya: drama tragedi 9drama duka), melodrama, drama komedi, dan dagelan.
• Jenis-jenis drama berdasarkan bentuknya: closed drama, dram a teatrikal,drama radio, dan drama televisi.
• Jenis-jenis drama berdasarkan bentuknya: sandiwara, dan teater rakyat.
• Pengertian tokoh
• Lasifikasi tokoh: berdasarkan sifatnya, dan berdasarkan peranannya.
• Pengertian perwatakan/ penokohan.
• Pengertian peristiwa.
• Pengertian konflik.
• Pengertian pesan/ amanat.
3. Model : Konsturuktivisme
Strategi : ceramah, diskusi, dan inkuiri
Pendekatan : Kelompok
4. KKM : 7,5
5. Langkah-langkah Pembelajaran
I. Pendahuluan
Apersepsi
• Guru memberi salam, dan berdoa sebelum belajar.
• Guru mengabsen.
• Guru mempersilahkan peserta didik untuk mempersiapkan diri dalam pembelajaran.
Motivasi
• Guru menjelaskan kompetensi dasar yang harus dicapai.
• Guru memberikan pendahuluan tentang drama.
II. Inti
Eksplorasi
• Guru memberikan pertanyaan pancingan yang terkaitdengan drama.
• Peserta didik distimulus berupa pemberian materi drama, dan unsur-unsur struktur drama.
Elaborasi
• Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang materi drama, dan unsur-unsur struktur drama.
• Peserta didik mendiskusikan tentang unsur-unsur struktur drama (tokoh, peran, watak, konflik, tema, dan pesan/ amanat).
• Peserta didik mengidentifikasi unsur-unsur- struktur drama (tokoh, peran, watak, konflik, tema, dan pesan/ amanat) pada naskah drama yang telah disiapkan.
• Peserta didik mempresentasikan di depan kelas mengenai hasil mengidentifikasi unsur-unsur struktur drama.
Konfirmasi
• Membacakan hasil diskusi.
• Menanggapi hasil diskusi yang dibacakan.
III. Penutup
Penguatan keterampilan berupa refleksi.
Guru memberi salam.
6. Alat/ Bahan/ Sumber Belajar
• Alat:
• Bahan: buku penunjang yang terkait dengan materi, Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia untuk kelas XI SMA/ MA Program IPA dan IPS karangan Adi Abdul Somad, dkk., dan Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas XI Program Bahasa karangan Nunung Yuli Eti, dkk.
• Sumber: http://mbahbrata.wordpress.com/2008/09/25/naskah-drama-jaka-kendhil-mencari-cinta/
7. Prosedur Penilaian
• Teknik: tes tulis
• Bentuk: tes uraian
• Soal:
1. Apakah yang dimaksud dengan drama?
2. Dalam drama ada istilah:
3. Sebut dan jelaskan jenis-jenis drama berdasarkan isinya!
4. Tentukan perwatakan tokoh utama pada naskah drama yang berjudul “Madu 3 (Mentiga)” dengan data yang mendukung!
5. Jelaskan konflik yang terjadi pada naskah drama “Madu 3 (Mentiga)” dengan data yang mendukung!

Sabtu, 19 November 2011

Morfologi

Morfologi dalam Bahasa Indonesia merupakan salah satu cabang dalam ilmu yang mempelajari tentang perubahan bentuk kata yang dapat menimbulkan makna baru yang lebih luas.
Jenis-jenis Ambiguitas

1.1 Ambiguitas pada tingkat fonetik (bunyi)
Ambiguitas pada tingkat ini terjadi karena membaurnya bunyi-bunyi bahasa yang diucapkan. Terkadang kita bisa saja salah menafsirkan makna suatu kata atau frasa karena saat percakapan frasa atau kata itu terlalu cepat diucapkan. Misalnya :
a Kata ”kapan emas kawinnya?” dapat ditafsirkan salah bila kita tidak memperhatikan konteksnya. Apabila pengucapannya terlalu cepat, itu bisa ditafsirkan menjadi kapan emas kawin (benda) akan diberikan kepada pengantin misalnya atau mungkin penafsirannya ke arah kapan seseorang yang dipanggil mas (kakak laki-laki) tersebut akan menikah.
b Kalimat ”Yang berdiri di depan kakak ibu”. Kalimat ini jika pengucapannya tidak dibatasi oleh jeda akan dapat ditafsirkan yang berdiri di depan itu kakak dari ibu (paman/bibi) atau bisa juga ditafsirkan yang berdiri di depan kakak itu adalah ibu.
1.2 Ambiguitas pada tingkat gramatikal
Ambiguitas gramatikal muncul ketika terjadinya proses pembentukan satuan kebahasaan baik dalam tataran morfologi, kata, frasa, kalimat ataupun patagraf dan wacana. Ambiguitas kata yang disebabkan karena morfologi akan hilang dengan sendirinya ketika diletakkan dalam konteks kalimat yang benar. Berikut adalah contoh ambiguitas gramatikal :
a. Ambiguitas yang disebabkan oleh peristiwa pembentukan kata secara gramatikal. Misalnya kata tidur setelah mendapat awalan pe- berubah menjadi penidur. ”Penidur”, kata ini dapat berarti orang yang suka tidur dan dapat juga berarti obat yang menyebabkan orang tertidur.
b. Ambiguitas pada frase. Contoh, orang tua dalam bahasa Indonesia dapat bermakna orang tua kita yaitu ibu dan ayah, atau orang yang sudah tua. Untuk menghandiri ambiguitas ini, kita harus menambahkan unsur penjelas seperti: orang tuaku atau orang tuanya untuk frase yang mengacu kepada ayah dan ibu. Sedangkan untuk makna yang kedua dapat ditambahkan kata “yang” maka menjadi orang yang sudah tua.
1.3 Ambiguitas pada tingkat leksikal
Setiap kata dalam bahasa dapat memiliki makna lebih dari satu. Akibatnya, orang sering kali keliru menafsirkan makna suatu kata. Jadi, makna suatu kata dapat saja berbeda tergantung dari konteks kalimatnya sendiri. Seperti kata menggali yang digunakan dalam bidang perkebunan akan berbeda maknanya jika digunakan dalam bidang hukum atau keadilan. Contoh dalam kalimat: “petani sedang menggali tanah dibelakang rumahnya”. Akan berbeda maknanya dengan kalimat “Polisi sedang berusaha menggali informasi dari saksi mata”.
Ini yang Sering Terjadi



Saat semua terasa indah, menemukan kembali kebahagiaan yang jarang kurasakan,tentang "manisnya cinta". Belum sempat ku merasakan manisnya, sudah datang rasa pahit yang mendera. Rasa yang pastinya tak ingin dirasakan oleh siapapun di dunia ini, kenapa? apa aku tak pantas merasakan manisnya cinta? Tak pernah ada jawaban yang terlontar. Hanya melodi alam yang mencoba membuatku untuk tetap menatap dunia walaupun ku tak pernah merasakan manisnya cinta. Ku hanya berpikir mungkin Tuhan sedang mempersiapkan sebuah kisah manis percintaan dengan seorang bidadari yang kan datang suatu hari nanti.
Definisi Ambiguitas

Ambiguitas (nomina) dari ambigu (adjektiva) ; 1 sifat atau hal yang berarti dua: kemungkinan yang mempunyai dua pengertian; taksa; 2 ketidaktentuan; ketidakjelasan; 3 kemungkinan adanya makna yang lebih dari satu atas suatu karya sastra; 4 kemungkinan adanya makna lebih dari satu di sebuah kata, gabungan kata, atau kalimat (Kamus Besar Bahasa Indonesia 1990: hlm.27).
Ambiguitas berasal dari bahasa Inggris yaitu ambiguity yang berarti suatu konstruksi yang dapat ditafsirkan lebih dari satu arti. Ambiguitas sering juga disebut ketaksaan (Alwi, 2002:36). Ketaksaan dapat diartikan atau ditafsirkan memiliki lebih dari satu makna akan sebuah konstruksi sintaksis. Tidak dapat dipungkiri keambiguan yang mengakibatkan terjadinya lebih dari satu makna ini dapat terjadi saat pembicaraan lisan ataupun dalam keadaan tertulis.
Saat pembicaraan lisan mungkin dapat diantisipasi dengan pengucapan yang agak perlahan, sedangkan untuk yang tertulis apabila kurang sedikit saja tanda baca maka kita akan menafsirkan suatu kalimat atau kata menjadi berbeda dari makna yang diinginkan oleh penulis. Dari sudut pandang linguistik murni, ada tiga bentuk ambiguitas, yaitu :
1.1 ambiguitas fonetik,
1.2 ambiguitas gramatikal
1.3 ambiguitas leksikal (Ullmann, diadaptasi Sumarsono, 2007:2002).
Sesuatu yang Tak Pernah Tersampaikan



Beautiful girl wherever you are
I knew when I saw you you had opened the door
I knew that I'd love again after a long long while
I'd love again.
You said hello and I turned to go
But something in your eyes left my heart beating so
I just knew that I'd love again after a long long while
I'd love again.

It was destiny's game
will love finally came on
I rushed in line only to find
That you were gone.

Whereever you are I fear that I might
Have lost you forever like a song in the night
Now that I've loved again after a long long while
I've loved again.

Beautiful girl I'll search on for you
'Til all of your loveliness in my arms come true
You've made me love again after a long long while
In love again
'And I'm glad that its you
'Hmm beautiful girl

(beatiful girl: christian Bautista)

lirik lagu ini adalah salah satu lirik lagu yang tak pernah tersampaikan olehku kepada seseorang yang ku sayangi, lirik lagu yang sangat ingin didengar oleh orang yang ku sayangi sebagai sebuah persembahan cinta, dan mimpinya yang belum terwujud (mugkin! karena, ku tak pernah tau denan pasti). Walau pun ku tak sempat persembahkan itu kepadanya, semoga ada orang yang benar-benar sayang dia, dan akan mempersembahkan lirik lagu tersebut sebagai tanda cinta kepadanya.
nb: semoa kau bahagia, dan aku bahagia walaupun kita tak bersama.

Jumat, 18 November 2011

Who Loves U?




Pertanyaan itulah yang selalu terlontar dari orang yang ku kenal, who loves u? dalam artian bukan cinta dari orang tua, keluarga, teman, maupun sahabat, tapi dari seseorang yang mejadi belahan jiwa (dalam artian cita dari pacar). Bukan tak sempat, apalagi tak mau memikirkan masalah yang satu ini. tapi banyak hal yang membuatku tak bisa seperti orang lain yang dengan mudahnya memiliki tambatan hati. Hal tersebut datang dari diri sendiri, mulai dari tidak adanya rasa percaya diri, takut menjalini suatu komitmen, status sosial yang sering dianggap sebelah mata, status ekonomi jagu menjadi kedala tersendiri dalam menharapkan semua itu, hingga ada rasa tak pantas ku bisa mendapatkan semua itu. Masih banyak hal yang ku rasa menjadi kendala dalam ku mendapatkan cta dari seorang perempuan. Apa yang harus ku lakukan agar ku tak seperti ini?